Kanda Pat, Tameng Ampuh Dari Mala Bahaya

  Kanda pat secara mitologi Hindu diyakini sebagai saudara yang menemani manusia semenjak lahir hingga ajalnya.

Dalam panteon Hindu ajaran kanda pat diyakini sebagai penjaga kelima arah mata angin, tempat-tempat keramat, pohon besar, batu besar, pengulun setra, dan juga bersemayan dalam diri manusi itu sendiri. Kanda Pat yang diyakini sebagai penjaga arah mata angin adalah ratu Wayan Tebeng, ratu Made Jelawung, ratu Nyoman Sakti Pengadangan, ratu Ketut Petung dan ratu Sakti Tangkeb Langit, Kanda Pat yang bertugas menjaga pohon besar seperti pohon kepuh, rangdu, bingin, adalah Banaspati Raja, yang bertugas menjaga batu batu besar adalah Banaspati, yang bertugas sebagai pengulun setra adalah Prajapati dan yang bersemayam di dalam manusia itu sendiri adalah Anggapati.

  Umat Hindu meyakini sesuai dengan adat dan tradisi di pulau Bali, bahwa saudara empat ini/kanda pat selalu menemani manusia kemanapun iya pergi, dalam literatur tentang ajian Kanda Pat disebutkan bahwa manusia adalah saudara tertua(kakak), sedangkan kanda pat adalah adik dari  manusia itu sendiri. Dalam kepercayan umat Hindu di Bali, Kanda Pat diyakini berstana di pelinggih penunggun karang dengan nama lain Sang Hyang Catur Sanak, Catur berati empat dan Sanak berarti saudara, jadi catur sanak merupakan nama lain dari kanda pat itu sendiri dengan arti sama yakni empat saudara. Dalam keyakinan Hindu, Kanda Pat merupakan saudara yang selalu menemani manusia kemanapun ia pergi. Dalam Lontar Kanda Pat dijelaskan tentang tata cara memangil Kanda Pat agar ikut bersama kita sekaligus memproteksi kita dari mala bahaya. Memanggil Kanda Pat dapat dilakukan dengan mengucapakan ” tabik pukulun adi anggapati, adi prajapati, adi banaspati lan adi banaspati raja, ngiring adi sareng sami masemadi ratu sang hyang agama titiang bakti ring cokor iratu titiang nunas sarengin mangkin titiang jagi………..(diisi sesuai dengan tujuan kita ketika bepergian)”

 

  Ketika kita di bantu oleh seseorang maka sudah menjadi kewajiban untuk mengucapkan terimakasih, begitu pula kehadapan kanda pat yang telah membantu menjaga kita di saat bepergian, maka sepulangnya kita dari bepergian hendaknya menghaturkan oleh-oleh(rarapan) di pelinggih catur sanak sebagai ungkapan terima kasih kehadapan sang kanda pat.  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s