Tak hanya menoreh perih di mata, memoles pedih di dada, kabut asap juga mengusik siluet jingga, pudarkan pesona senja. 

    Senja, dan siluet sebuah pena. Dalam puisi, dalam lengang jarak antar kata. Aku, ialah puisi yang tak terselesaikan.

     Dalam titik waktu, senja menjemput .. dan siluet tubuh mu lenyap tersapu jingga yang layu .. kini hanya tersebut kata rindu.

   Kemanapun aku melayangkan pandangan. Siluet wajahmu yang selalu mengisi ruang penglihatan.

   Siluetmu takkan pernah pudar. Semusim sudah, terpampang usang di beranda. Senada cintaku.

    Kau hadir sebagai siluet senja petang ini, kembali kita mengenang sebuah kisah antara kau, aku dan senja sebagai saksinya.

   Kawanan camar pulang ke sarang, terbang diantara siluet jingga yang mekar. Semenjak waktu tepati janji.

    Merah muda bersemu biru, siluet cintamu tertangkap mata hatiku, tak usah ragu, tak usah malu, rasaku sama dengan rasamu.

    Hari diujung senja, hening.. Namun disudut lain tetap bergejolak, mengalunkan melodi dlm siluet hati, merindui.

   Disudut senja, dibayang sang waktu siluetmu berdiri angkuh diantara rinduku. manis.. tapi pahit. kusadari ragamu tak disini.

    Saat panas terik, ANGANku menggantung pada surya yang tak hentinya memanaskan kita pada kuali yang basah.

    Sebab rindu adalah ANGAN yang mengamini mekar mawar putih meski runcing durinya menjauhkan. sentuhan jemari.

    Mungkin ini saatnya kau berhenti berangan. Sudah tak terukur tirai air mata yang kautenun dalam penantian.

   Agar anganmu terpenuhi, kau rela membeli kesempurnaan. Bahkan sampai terjebak dalam kepura-puraan.

    Ketika angan bergandeng tangan, pelangi jadi jalan, cinta direngkuh jadi tujuan.

   Bekerjalah dengan cepat. Jangan sekali-kali menyalahgunakan waktu karena gaji sudah didapat.

    Hiduplah bersamaku sampai hari yang entah. Hingga tercapai semua itu, kuharap kau belum menyerah.

   Tak terkecuali baik atau buruk. Yang melandasi seseorang melakukan perbuatan kepada seorang lainnya adalah: Ia pernah merasakan hal itu.

    Kamu, terus saja sakiti aku. Aku tak akan membalasnya, karena aku tak mau seperti kamu.

   Hiduplah dengan mulia. Agar kelak ketika meninggal dunia, dapat terkenang oleh semua.

   Hidup di dunia memang sementara. Tapi perjuangkanlah sebaik mungkin, seakan-akan hidup untuk selamanya.

   Apakah kakak angkat bisa dirindukan? Meskipun tidak terikat jalinan persaudaraan.

   Beberapa orang, menolak kesepian. Tak apa, mereka tak tahu bahwa kesepian adalah sebaik-baiknya teman.

    Kesepian seperti: kau terdiam di sebuah tempat asing yang ramai. Di luar; lagu yang kau hafal, sedang diputar.

     Jika sudah sampai pada hati yang kusebut rumah, pasti hati itu selalu tak betah, lalu memilih pindah.

   Cantik parasmu, tak akan berguna bila mataku buta. Tapi cantik hatimu, akan selalu abadi sampai akhir usia.

    Agar anganmu terpenuhi, kau rela membeli kesempurnaan. Bahkan sampai terjebak dalam kepura-puraan.

     Hidup bukan hanya tentang menjaga hatimu sendiri. Tapi juga menjaga hati orang yang menjaga hatimu dengan sepenuh hati.

    Cinta itu penuh muslihat juga tipuan. Seperti dua raga yang saling berpelukan, tapi jiwanya berjauhan. Foto Made Gondrong.Foto Made Gondrong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s